Mungkin saya latah, ikut-ikutan orang minum teh daun tin. Seiring dengan boomingnya penggemar buah tin, semakin tereksplorasi pula manfaat-manfaatnya. Salah satunya daun yang katanya mempunyai manfaat besar sekali. Ah…mungkin itu hanya euforia saja. Latah sesaat pada situasi booming. 

img_20160523_130406.jpg
Daun Tin yang sudah dikeringkan siap dijadikan Teh yang menyehatkan

saya termasuk orang yang agak apatis terhadap informasi tentang manfaat-manfaat sesuatu. Jika belum mencoba sendiri, saya hampir dipastikan tidak mungkin mempercayai 100%. Apalagi jika informasi manfaat itu disiarkan pada saat booming. Hmmm…pasti akan banyak mitosnya daripada fakta.

Saya pun mencobanya sendiri. Daun tin dari varietas Red Libya saya potong, saya jemur, dan saya buat teh. Rasanya agak sedikit sengir. Tapi saya selalu minum sampai habis. Bahkan anak saya yang berumur 2 tahun pun nampaknya keenakan juga meminumnya. buktinya selalu habis 1 gelas. Tentu teh tin yang saya campur dengan gula. Gula pasir.

Malam minum, esoknya badan memang terasa lebih ringan. Enteng. Itu yang saya rasakan. Kalau anak saya kelihatan lebih lincah. Buktinya lebih banyak bergerak kesana kemari. Apakah itu karena efek teh tin? saya kurang tahu pasti.

Yang jelas, untuk saya sendiri efek badan jadi lebih enteng itu memang betul-betul saya rasakan. Akhirnya sampai sekarang saya selalu meminum teh daun tin ini. Itu saja…!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s