Bertempat di Perbukitan nan sejuk di kota yang juga terkenal sejuk. Malang. Berbagai macam jenis tanaman “asing” tumbuh dengan elok. Ribuan. Mulai dari tanaman buah hingga tanaman hias eksotik. Aneh dan “baru”. Karena tanaman tersebut sulit dijumpai di tempat lain.

“Kalau mangga, mungkin saya punya 90 an jenis,” Rudy Harianto memulai bercerita, menjawab pertanyaan superbuah yang baru tiba di lokasi tersebut. “saya sendiri tidak tahu persis berapa persis jumlahnya.” Mangga-mangga dengan nama-nama asing tersebut Ia dapatkan dari seluruh penjuru. seluruh Dunia. Ada mangga-mangga Thailand, mangga dari Australia, mangga dari Taiwan, India dan tidak ketinggalan dari dalam negeri sendiri yang memang sangat kaya.

Pohon-pohon mangga itu bukan lagi berupa bibit, melainkan sudah besar tertanam. Menandakan pohon-pohon itu sudah lama didatangkan dan dikembangkan.

Ketika superbuah masuk ke kebunnya, beberapa pohon besar buah lain juga namapak begitu gagah mempesonakan diri. Besar menggiurkan rasa ingin tahu. Mamey sapote tumbuh di pojokan kebun. Menjulang dengan banyaknya buah besar yang tertancap kuat. Asoiii. Titik favorit untuk enjel foto.

Asal tahu saja, menurut penuturannya, Rudy punya 3 jenis varian mamey sapote ini. Padahal orang umum belum tentu tahu soal buah asal mexico ini.

Berjalan sejengkal tanah di kebun miliknya, selalu dijumpai species yang tidak umum. Bukan saja buah, melainkan juga tanaman hias. Guguran bunga jepun di tanah membungkukkan superbuah untuk mengambil. Nampak banyak tegakkan pohon plumeria telah menjatuhkannya. “Kalau kamboja, mungkin saya punya 70 an jenis. Sebelum orang ramai dengan plumeria hybrid seperti sekarang ini, saya sudah banyak mengoleksi,” alumni jurusan hama penyakit tanaman di fakultas pertanian Brawijaya ini menceritakan. “Sayangnya saya sendiri sekarang sudah tidak tahu masing-masing jenisnya.”

Berjalan sejengkal lagi, ada aroma wangi sedap menyelinap pelan. Halus tidak membosankan. Rupanya keluar dari proses biokimiawi bunga gardenia. Bunga putih biasa disebut ceplok piring atau melati besar. Tapi yang ini berwarna kuning, bukan lagi putih. Sungguh elok.

RAJIN BERBURU BIJI DAN BIBIT
Kegemarannya pada tanaman memang sudah lama. Keragaman jenis di kebunnya lantaran dia rajin berburu. Rajin mendatangkan bibit dan biji. Baik dalam negeri maupun luar negeri. “Saya tidak memilih, kalau seumpama saya belum punya ya saya datangkan,” rumusnya. “Kebetulan juga saya punya kolega di luar negeri yang bisa saling membantu dalam hobi ini.”

Kegemaran itu kini juga menjadi bagian dari profesinya. Bibit-bibit tanaman yang dikoleksinya pada saatnya dikembangkan secara komersil. Penjualan bibit buah lancar dijalankan. Bahkan tidak jarang terlibat dalam proyek pembuatan kebun buah.

Namun begitu, nampak sekali bahwa apa yang dilakukannya bukanlah melulu uang. Pria humble ini tak segan hanya sekedar saling berbagi sesama hobiis. Itu yang menyenangkan.

Begitu yang dilakukannya pada superbuah. Selain tidak segan berbagi ilmu dan pengalaman yang sangat berharga, penggemar batu fosil unik ini juga tidak segan berbagi tanaman. Saya jadi segan, sering saya tanya ini species apa? Dia sering menanya balik. “kamu sudah punya? Ambil dah entresnya kalau belum,” pada akhir penjelasannya.

Silaturahmi memang selalu membawa rejeki he he. Tapi memang ini bukan melulu soal uang. Ini soal menebarkan kebahagian rupanya. Kebahagian yang disatukan dalam dunia kegemaran yang sama.

Advertisements

2 thoughts on “Rudy Harianto: Mengumpulkan Tanaman Memang Hobi Saya, dan Sekarang bagian dari Profesi Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s