Belah duren, terintip di dalamnya daging kemerahan. Siap dilumat. Saya ambil sepongge dan langsung saya jilat. Saya kulum-kulum dalam mulut. Saya cecap. Otak ini hening, mencoba fokus pada sinyal-sinyal rasa yang dikirimkan syaraf lidah.

Sore, baca inbox di Fb. Seorang sahabat dalam dunia penggemar tanaman buah mengabari. Di rumanya sudah ada buah durian kiriman dari Banyuwangi. Bukan durian biasa, melainkan durian merah. Senang.

Di dunia ini, durian merah memang Indonesia Gudangnya. Banyuwangi salah satu daerah yang paling banyak menyimpan kekayaan vegetasinya. Ada banyak varian durian merah yang berasal dari tanah Osing ini. Salah satunya yang dikirim ke teman saya tersebut.

Malam, saya berangkat ke rumah Dinor Gen. Sahabat yang juga terhitung masih tetangga di kota kami tinggal, Klungkung. Sesampai disana, durian langsung dikeluarkan. Dihidangkan di hadapan saya. Bungkus koran yang membuntalnya langsung disobek. Saya sentuh kulitnya, terasa dingin. Baru dikeluarkan dari lemari es rupanya. Sudah disimpan di sana sejak kemarin malam.

Si raja buah ini dibuka, langsung tersembul daging buah yang semburat merah. Bukan kemerahan. Memang ada banyak jenis dubang, durian abang, nah yang ini merupakan jenis yang tidak terlalu merah.

Ukurannya juga mungil. Tidak besar. Tangan ini cukup kuat dan mudah menyangganya. Memang saya agak sedikit kecewa. Tidak sesuai dengan bayangan yang saya harapkan. Jauh di bawah ukuran durian lokal pada umumnya.

Tapi kecewa hati ini tertabib oleh fakta bahwa itu adalah durian merah. Malam ini adalah pertama kalinya saya mencoba. Pertama kalinya daging pencecap rasa di mulut ini melumatnya. Imajinasi lidah bergumul dengan bayangan imajiner yang selama ini sudah merindunya akan menjadi sebuah kenyataan, segera.

Belah duren, terintip di dalamnya daging kemerahan. Siap dilumat. Saya ambil sepongge dan langsung saya jilat. Saya kulum-kulum dalam mulut. Saya cecap. Otak ini hening, mencoba fokus pada sinyal-sinyal rasa yang dikirimkan syaraf lidah.

Manis. Mirip seperti durian lokal enak pada umumnya. Durian yang yang sering saya makan. Meskipun tidak ada yang baru dari rasanya. Sedikit rasa pahit mengafirmasi tastenya sebagai raja buah. Tidak mengecewakan. Setidaknya bisa menjagal info cerita yang pernah saya dengar secara meyakinkan dari seorang teman, bahwa durian merah sama sekali tidak enak.

Tapi saya sadar, ada banyak varian durian merah. Mungkin saja ada yang tidak enak. Dan memang patut dicoba lagi. Namun testing malam ini cukuplah menjadi sebuah pengalaman ada durian merah yang enak.

Hanya saja ada yang kurang. Juring durian yang saya makan ini berpongge besar. Bijinya cukup mantap. Sementara dagingnya tipis. Meskipun ada juga juring dengan biji kempes dan berdaging tebal. Tapi secara dominan, lebih banyak juring dengan edible portion yang kecil.

Meski begitu, ini tetap menyenangkan. Durian yang saya makan adalah bagian dari durian merah. Superbuah pernah menjadi bagian euforianya.Nusantara memang gudang plasma durian. Durian warna, yang merah ini semakin menjadikannya menarik untuk menjadi cerita dan eksplorasi selanjutnya.

received_1273427106004414.jpeg
Ukuran buah relatif kecil
20160303_124342_wm.jpg
Warna tidak terlalu merah, hanya semburat saja
image
Juring kecil
image
Biji besar 
20160303_124154_wm.jpg
Ada juga yang kempes bijinya tapi sedikit bagian

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s