ECOPRENEUR, STREET MARKETING, & ALTRUISME

ECOPRENEUR, STREET MARKETING, & ALTRUISME
Menciptakan lapangan kerja baru dengan retailer motor
Menciptakan lapangan kerja baru dengan retailer motor

Ini kelanjutan cerita mengenai unit retail kami yang dijalankan dengan motor kemarin. Ada tetangga kami yang berkeinginan menjualkan bibit-bibit kami, tapi dia tidak punya fasilitas berjualan, motor operasional dagang tidak punya, gerobak tidak ada, apalagi modal. Akhirnya dengan mempertimbangkan banyak hal, orang tersebut kami ajak kerjasama. Motor kami sediakan, gerobak kami bikinkan, bensin kami beri, dan bibit tinggal ambil bayar setelah laku. Semangat membara.

Karena gerobak masih dalam tahap pembuatan, uji coba pertama kami lakukan dengan keranjang kayu yang biasa buat muat batu bata orang-orang di sini. Lagipula, orang ini memang terkenal biasa mainan batu bata, biasa muat batu bata memakai keranjang ini, jadi klop. Fasilitas seadanya dulu, yang penting jalan, dimulai sambil disempurnakan.

Keizen, perbaikan tiada henti secara terus menerus, begitu semangat jepang. Lagipula, kami sudah terbiasa hidup apa adanya, memanfaatkan apa yang ada untuk hidup, bukan menunggu adanya apa baru hidup. Seorang entrepreneur memang tidak memerlukan persiapan sempurna untuk memulai, karena memang tidak ada yang sempurna, bukan?

Hari pertama, keranjang ditata, sulit memasukan keranjang ini ke jok, ya seperti memasukan apapun untuk pertama kali biasanya memang begitu, bukan? smile emotikon karena lubang keranjang dan besi jok tidak kompatibel. Tapi kami “paksa” akhirnya bisa. Bibit dipilih dan dilabeli kemudian dimasukkan ke keranjang. Tidak mematok jenis apapun kami muat, biar pasar yang menentukan. Tidak ada tulisan “JUAL BIBIT TANAMAN” di belakang keranjang, karena persiapan yang serba mendadak, lebih tepatnya tidak persiapan sama sekali.

Hal itu kami lakukan sore, habis ashar, sekitar jam 16.00 wib, seller kami cuma keliling kampung, belum keluar desa. Magrib, pukul 6 sore, dia pulang. Well, dia setor uang agak banyak untuk hitungan waktu yg relatif pendek tersebut. Uang 335ribu dia bawa, hasil penjualan sesore. Duit 115ribu rupiah bersih untuk dia, dan sisanya disetorkan ke kami. Lumayan, bukan? Bagi kami, itu sebuah kemenangan besar, bukan dalam artian mengalahkan musuh, tapi lebih menambah semangat lagi untuk terus lebih semangat berdagang ala street marketing ini.

Hari kedua, persiapan lebih baik. Meski masih banyak kekurangan, tapi ternyata kekurangan-kekurangan ini sesungguhnya adalah sebuah kelebihan dalam proses pembelajaran, memang persepsi baik buruk itu hanya selera pikiran kita saja, ya? Setelah bibit kami tata di keranjang dan sudah dilabeli, seller kami berangkat, saya lihat jam di HP pukul 09.45 wib, berangkat lebih pagi tentu lebih baik.

Siang sekitar pukul 1, kami lihat motor dengan keranjang sudah parkir di musholla depan rumah kami. Rupanya dia sudah pulang untuk sholat, rupanya pula dia tadi tidak pergi jauh-jauh. Tapi kami lihat barang dagangnya sudah banyak berkurang, terutama klengkeng. Alhamdulillah, astungkare

Beberapa saat sejenak setelah kami pulang ke rumah, dia datang dan setor uang. Dua ratus ribu, lumayan bagus. Saya tanya dia, “kamu dapet berapa?” Agak enggan dia menjawab, mungkin tidak enak. “Gapapa, saya cuma nanya biar gampang nantinya memposisikan diri, jadi biar lebih mudah supportnya, 100 ada, kan?” saya. “Ya alhamdulillah, sekitar itu,” jawabnya sedikit enggan. “Nah kalo begini kan aku ikut senang dan bisa lebih tahu biar lebih mudah ngaturnya kerja kita.”

Sisa waktu siang tadi tidak dilanjutkan untuk dia dagang, tapi memperbaiki besi jok motor biar lebih pas sama keranjang. Dibawalah motor atas inisiatip dia ke teman kami yang tukang las. Sore habis ashar sekitar jam 5 sudah pulang, selepas sembahyang dia berangkat lagi, magrib pulang dan dia kasih uang saya 20ribu di luar keuntungannya. “Kejual cuma 1 bos, tadi sebenarnya ada beberapa orang yang mau beli, cuma aku bilang sudah magrib, besok lagi aja aku ke sini,” sumringah dia ngomong begitu ke saya.

Sungguh saya senang dengan ini semua. Bisnis kecil-kecilan ini adalah bagian dari semangat kepedulian saya terhadap lingkungan hidup, sosial, dan juga budaya. Berusaha menanamkan budaya menanam ke semuanya, syukur lingkungan terdekat ikut juga. Ini memang banyak motif, ya motif ekonomi, ya motif lingkungan, ya motif sosial. Jualan iya, empowering iya, dan juga semangat melayani sesama (altruisme). Kemarin saya menyebutnya greenpreneur, tapi kayaknya lebih asik ecopreneur. Semoga inilah ecopreneur…!

Top Working, Membuat Pohon Lama jadi lebih Top

Top Working, Membuat Pohon Lama jadi lebih Top
Top Working
Top Working

Salah satu teknik “perbaikan” pohon yg kurang kita sukai dengan varietas yg lebih kita inginkan dan kita anggap lebih baik adalah yg biasa disebut top working. Yakni mengganti bagian ujung pohon yg sudah mapan dengan varitas baru dengan teknik grafting. Pohon dipotong habis ujungnya tdk menyisakan cabang maupun daun dan kemudian dsambung dengan entres varietas baru.

Seperti gambar ilustrasi, jambu biji yg sudah tumbuh mapan kami potong ujungnya dan kemudian kami sambung dengan strawberry guava. Masih sama-sama keluarga jambu biji (guava)
Beberapa tujuan utama melakukan top working ini diantaranya :
– merubah pohon yg tadinya dianggap kurang bagus mnjd lebih bagus, atau sesuai yg diharapkan. Kami punya pohon mangga telor yg asam sudah besar dan kami potong kemudian kami ganti dengan duo giant: khiojay dan mahatir. Sekarang pohon itu sudah mulai berbuah lagi, terutama yg mahatir.
– meremajakan pohon. Pada pohon yg sudah tua, bisa kita remajakan dgn cara memotongnya dan kemudian kita tambahi dengan sambungan jenis baru
– memacu pertumbuhan entres. Pada pembibitan, pertumbuhan tanaman sangat penting artinya untuk melipatgandakan bibit. Teknik memacunya ini salah satunya dengan top working. Entres disambung pada pohon yg sudah besar dan mapan, maka pertumbuhannya akan sangat pesat, dan itu artinya semakin banyak mata tunas, ranting, bahkan cabang untuk dijadikan entres, yakni bagian tanaman yg dijadikan bahan atas sambungan.
– menciptakan bibit yg besar dalam waktu yg instan. Bayangkan jika kita membuat perkebunan buah dengan bibit yg sudah berukuran tinggi lebih dari 1 m, maka tentu akan lebih cepat menghasikan buah dibandingkan menanamnya dari bibit yg berukuan kurang dri 40 cm. Bibit besar ini bisa kita ciptakan dengan teknik top working, memanfaatkan pohon2 buah yg sudah besar kemudian didongkel dan disambung dengan jenis baru dengan teknik top working.
Variasi teknik top working ada banyak, tergantung improvisasi pekebun dan hobiis, tidak ada standar baku krn teknik ini juga berkembang terus. Tekniknya yang biasa superbuah lakukan akan kami posting pada kesempatan yg lain.
Selamat berkebun

SOSMED DAN SPIRIT GREENPRENEUR; TANAM DAN SEBARKAN….!!

SOSMED DAN SPIRIT GREENPRENEUR; TANAM DAN SEBARKAN….!!

R

Banyak jenis mangga menarik yang bisa dikembangkan
Banyak jenis mangga menarik yang bisa dikembangkan

uang sosia media menawarkan peluang yang sama bagi kita, menjadi penyebar fitnah, tukang gosip, sekedar eksis ataukah menjadi jurnalis yang membangun kebaikan, bisa juga marketer yang lbh bermanfaat, semuanya adalah pilihan.

Lewat akun kita masing-masing, mau tidak mau kita memang menjadi jurnalis. Mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berita. Dari yang sentimentil, lebay, hingga politis idiologis.

Lewat akun ini, tujuan kami salah satunya adalah ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk menyenangi dunia tanaman buah dan pada akhirnya ikut menanam. Setelah itu, tidak berhenti hanya memanen buahnya tapi juga ikut menyebarkan semangat menanam tersebut ke siapa saja kapan saja.

Lingkungan yang semakin kritis karena berkurangnya pohon, bukan sekedar untuk didiskusikan atau sekedar kita tulis dalam status keprihatinan kita, namun aksi-aksi kecil menanam pohon mulai dari lingkungan terdekat kita adalah sebuah kemuliaan.

Sosial media juga menjadikan tiap orang sebagai marketer. Memasarkan dalam pengertian mempengaruhi orang lain untuk ikut gagasan kita atau menjual barang dalam pengertian sesungguhnya.

Juallah pohonmu..!! Agar semakin banyak orang yang menanam. Jangan sekedar hobi mengoleksi tapi promosikan bibit yang sudah kita produksi sendiri. Salah satunya lewat sosmed tentunya. Selain ada incomen tambahan, juga semakin banyak teman-teman kita yang ikut menanam. Akan semakin banyak pohon yang tertanam tentunya.

Tidak bisa memproduksi bibit sendiri? Coba mulai dari teknik yang paling sederhana: cangkok. Kerat batang cabang berkayu hingga hilang kambiumnya, dan bungkus dengan bahan yang bisa menyimpan kelembaban/air serta bisa ditembus akar. Cocopeat, sabut kelapa, tanah subur, kompos, moss, rockwool, sekam adalah beberapa diantaranya. Simpel..!!

Secara bertahap nanti belajar grafting: okulasi, sambung sisip, sambung pucuk, cangkok susu, sambung susu, dll. Bukan hal yang susah, asal mau melakukannya secara bertahap. Semua itu juga bukan ilmu mistik yang serba remang-remang dan penuh spekulasi yang tdk rasional. Hanya soal teknik.

Tanam, perbanyak, dan jual. Lingkungan menjadi lebih hijau dengan indukan pohon yang semakin membesar, bibit menjadi lbh banyak untuk disebarkan lagi. Tidak harus dijual, jika anda berhati lbh mulia kasihkanlah bibit buatan anda tersebut ke orang lain.

Superbuah mengajak anda semua untuk menjadi jurnalis dan marketer pohon. Mengembangkan sebanyak mungkin pohon, menanamnya, menyebarkan berita dan bibitnya, serta menjadikan lingkungan lebih hijau menyenangkan. Siapapun anda, selalu punya waktu untuk hal ini jika meniatkan diri.

Sanggar kami sangat terbuka untuk siapa saja belajar bersama tentang pohon, terutama pohon buah. Ingat, pohon bisa hidup dan berkembang tanpa manusia, namun manusia tidak bisa hidup dan berkembang tanpa pohon. Siapa lebih membutuhkan siapa? Mari kita ajak semakin banyak orang untuk berkebun.

Selamat berkebun dan tetap bahagia

NB. foto dari Google adalah mangga irwin, mangga yang berwarna kulit ungu berasa manis dan sedikit asam segar, mudah berbuah dan indah. kami menyediakan bibitnya juga

Investasi kebun buah menguntungkan

Investasi kebun buah menguntungkan
klengkeng new kristal
klengkeng new kristal

Jika ingin kaya berinvestasilah, karena dgn berinvestasi kita sedang mengupayakan pertumbuhan yg akan kita panen kelak. Tanpa investasimaka kita hanya akan selalu bekerja dgn hasil yg begitu2 saja, padahal inflasi berjalan terus, harga2 naik terus, juga kebutuhan kita juga semakin membesar.
Pohon sebenarnya sudah menjadi komoditas investasi sejak dulu, baik kayu, buah, bunga, maupun diambil getahnya. Sawit, karet, sengon, jati, mangga, durian, klengkeng, dll.
Sudah banyak cerita sukses tentang pekebun yg menjadi makmur karenanya. Bukankah belanda, portugis, jepang, datang ke nusantara karena tergiur oleh hasil dari pohon2? Maka saya kira investasi yg terkait pohon masihlah mmberi harapan yg besar akan janji kemakmuran.
Tapi, banyak juga cerita kegagalan dlm investasi pohon ini. Kesalahan teknik, kesalahan memilih komoditas, kondisi pasar dan juga masalah sosial bisa menjadi penyebabnya.
Saya kenal seorang pekebun yg menanam 1 ha lahan dgn klengkeng, namun gagal mengubahnya menjadi duit sesuai harapan. Padahal pohon klengkeng ini tumbuh dengan amat subur, rimbun, dan berbuah lebat. Penyebabnya adalah ketidaktepatan memilih varietas yg disukai pasar. Diamond river, kristalin, aruma durian, dan jenis2 klengkeng dataran rendah lainnya sebenarnya bagus dalam kategori yg lain, tapi mmng kurang bagus untuk menjawab yg diinginkan pasar.
Buah yg relatif kecil, tekstur daging yg lembek becek, meskipun rasanya manis agaknya menjadikan klengkeng tersebut susah untuk dikomersilkan buahnya. Berbeda dgn pekebun yg belakangan mengebunkan varietas new kristal yg mmpunyai tekstur daging keset, rasa manis, berukuran besar, juga berdaging tebal agaknya mampu bertanding vise a vise dengan klengkeng impor thailand yg terlebih dulu exist di pasar dlm negeri. Yah, new kristal ini juga kan asal muasalnya dari negeri thai pula. Tapi apalah arti asal muasal, yg penting bisa dikembangkan cukup baik di sini.
Sekarang ini, sudah mulai bermunculan pekebun yg menanami lahannya dengan new kristal, mulai dari yg skala rumah tangga menanam hitungan satuan, puluhan, ratusan, bahkan mulai ada yg mengebunkan skala hektar.
Mereka berani karena sudah melihat bukti di sana sini, bukan sekedar melihat di layar ponsel pada kabar medsos yg berseliweran. Ya, new kristal ini nampaknya yg sdg banyak dilirik untuk dikebunkan sebagai investasi, selain durian tentunya. Faktanya, pada bidang agribisnis ada banyak sekali peluang investasi yg bisa dilakukan. Meskipun banyak yg bilang agribisnis slh 1 yg paling besar resikonya, tapi ttp saja menjadi slh 1 yg plng mnggiurkan.
Selamat berkebun, selamat berinnvestasi, untuk free konsultasi, bibit, dan lainnya silahkan hubungi kami. We well open for every one to learn

11162202_1582664018679508_1261087924305192159_n

new kristal: Daging tebal dan biji kecil, daging juga keset
new kristal: Daging tebal dan biji kecil, daging juga keset

1459214_1582664255346151_7305117238621554109_n

Tips menerima paket bibit buah biar aman

beberapa tips bila kita menerima paket tanaman yang baru sampai dikirim dari jauh adalah sebagai berikut :

1. Paket tanaman sebaiknya dibuka sore hari menjelang malam, karena udara yang sejuk membantu menciptakan kondisi yang kondusif untuk tanaman yang baru saja stress menempuh perjalanan jauh
2. Siapkan media tanam campuran sekam mentah dan kompos matang dengan perbandingan 1:1 di polibag atau planterbag
3. Tanam untuk sementara bibit tersebut di media tadi, taruh di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik hingga 2 mingguan baru dipindah ke lokasi yang terkena sinar matahari langsung secara bertahap, mulai dari intensitas sedikit, sedang, hingga intensitas cahaya full sinar matahari langsung.
4. Jaga kelembaban media jangan sampai kering
5. Untuk beberapa pohon yang berasal dari daerah kering sangat tidak suka media yang terlalu basah, terlalu menyimpan banyak air. Misalnya tin, delima, zaitun adalah contoh-contoh tanaman yang tidak menyukai media terlalu lembab permanen.
6. Bila terdapat bibit yang layu, beberapa saran dari kami adalah:
-Taruh tempat teduh
– Sungkup atau kerodong dengan plastik transparan hingga muncul tunas-tunas baru
– Penambahan vitamin B1 atau hormon penumbuh tunas akan sangat membantu pemulihan
7. Bagi anda yang mau menanam bibit tersebut di tanah langsung (grounding) ikuti prosedur tersebut di atas hingga tanama fit dan siap dipindahkan ke lubang tanam

TIPS MENANAM BIBIT DI TANAH LANGSUNG
– Siapkan lubang tanam 50cm X 50cm X 50cm
– Isi dengan media kompos matang atau pupuk kandang yang telah benar-benar matang
– Bila perlu campur media tadi dengan pupuk urea dan NPK setengah gelas dan pupuk organik cair juga pupuk hayati yang berisi macam-macam jasad renik sesuai aturan produsen
– Biarkan selama 3 minggu, yang penting dijaga kelembabannya dengan cara disiram, jangan sampai kering
– Tiga minggu berselang bibit siap tanam
– Tanam bibit cukup di permukaan saja dan timbun dengan tanah bagian atas bekas galian lubang tersebut (Top soil)
– Bila tidak ada hujan, siram rutin sore hari.