image

image

image

Buah ini saya temukan tanpa sengaja waktu mencari biji buah bidara di kabupaten Klungkung , Bali. Secara kebetulan, saya melihat buah ini menyembul di semak pinggir jalan. Saya ambil buahnya untuk saya potret.

Rasa penasaran pada buah yang belum pernah saya jumpa sebelumnya menimbulkan intuisi bahwa buah ini edible, atau bisa dimakan. Hmmm…dengan sedikit rasa ragu saya beranikan memakannya, dan ternyata rasa manis sedikit asam.

Setelah sampai di rumah, saya tanyakan kepada keluarga yang berasal dari pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali. Tante saya yang sejak kecil hidupnya di pulau penangkaran jalak bali inj cukup mengenal buah unik ini. “Buah lak, itu namanya,” kata tante. “Bisa dimakan kok, tante biasa makan buah ini waktu kecil,” sambungnya. He he gak jadi keracunan dah 🙂

Lewat beberapa grup, saya tanyakan nama buah inj juga. Ternyata ada yang menyebut larak (Malaysia), Batag-batag kabalang/Bananas monkey (philipina), Loka (NTB), apa di tempatmu?

image
Cutting buah lak untuk distek

Mentah berwarna hijau, mengkal kuning, dan ketika matang kemerahan. Buah seukuran ibu jari dengan sekitar 10 buah dalam 1 dompol ini ternyata tumbuh merambat pohon lain, tapi tidak melilit.

Tumbuh merebah dan kadang mengikuti alur pohon besar lainnya pada tanah yang agak kering berkapur (habitat pada saat saya temukan). Setelah saya telusuri lebih jauh, buah yang kayaknya cukup disukai burung ini (beberapa buahnya telah menjadi bekas dimakan hewan) ternyata mempunyai nama latin Cyathostemma viridiflorum.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s